Kamis, 12 September 2019

Manfaat Bekatul Bagi Pertanian 081392250108


Manfaat Bekatul Bagi Pertanian


                Manfaat bekatul bagi pertanian Seperti kita ketahui  kandungan bahan  organik yang ada di tanah khususnya di pulau jawa sangatlah kurang, bahkan dari hasil penelitian kandungan tersebut menurun bisa mencapai diatas 1 persen sedangkan kandungan yang ideal bisa mencapai 5 %.
Dengan rendahnya kandungan organik ini mengakibatkan efisiensi pupuk yang rendah, aktivitas mikroba tanah juga rendah semua itu mengakibatkan struktur tanah yang kurang baik,kondisi ini akan mengakibatkan menurunyanya hasil panen dan meningkatnya jumlah pupuk yang diberikan. Salah satu solusi untuk mengatasi kondisi diatas yaitu dengan cara menambahkan bahan-bahan organik kelahan-lahan pertanian.

Manfaat Bekatul Bagi Pertanian
bekatul atau dedak


Kandungan organik


                Bekatul adalah salah satu bahan organik yang mempunyai kandungan gizi, protein dan mineral yang cukup tingggi,disamping itu bekatul mmempunyai kandungan karbohidrat yang cukup bermanfaat untuk bidang pertanian, kadar karbohidrat bisa mencapai 51 – 55 gr/100 gr, komposisi bekatul tersebut sangat baik untuk proses pemupukan pada tanaman karena komposisi pada bekatul merupakan makanan yang sangat lengkap bagi bakteri pengurai , semakin banyak bakteri pengurai pada suatu tempat maka akan suburlah tempat tersebut dengan demikian tanaman yang ada diharapkan akan menjadi subur.
Proses pengkomposan/fermentasi
                Pengomposan/fermentasi merupakan proses dekomposisi biologis yang bertujuan untuk mempercepat penguraian bahan-bahan organik dalam kondisi yang terkontrol, waktu pengomposan sebaiknya dilakukan setelah panen, yaitu saat persiapan bibit yang akan ditanam hal ini disebabkan proses pengkomposan yang memerlukan waktu kurang lebih selama 2 sampai 3 minggu, setelah proses kompos yang diharapkan telah matang /jadi, maka segera disebarkan ke tanah yang akan diolah.

                Proses pengkomposan/fermentasi ini sangatlah sederhana dan bisa dilakukan pada semua orang atau kelompok tani yang ada, diantara keunggulan tersebut adalah
1.       Murah dan mudah meprosesnya
2.       Bahan baku didapat dari daerah sekitar
3.       Peralatan yang digunakan sangat sederhana
4.       Lokasi pengkomposan bisa dilakukan dimanapun yang penting banyak air
Proses pengkomposan melibatkan banyak mikroorganisme positif  diantaranya laktobacilus, Rhyzopus, anona dan sacharomyces,dalam kegiatan pengkomposan  bakteri tersebut bekerja sebagai bakteri pengurai, karena bakteri tersebut adalah mahluk hidup maka dia memerlukan makanan untuk kelangsungan hidup, bekatul dapat dijadikan bahan makanan yang dapat dimanfaatkan oleh bakteri tersebut untuk bertahan hidup dan berkembang biak.
                Hasil pengkomposan tergantung pada komposisi bakteri yang dilibatkan pada proses tersebut, karbohidrat, kandungan gizi dan protein yang tinggi merupakan makanan utama yang baik bagi mikro organisme pengurai, baiknya kwalitas bakteri pengurai akan mempengaruhi kwalitas kompos yang dihasilkan.
Pengamatan proses fermentasi
                Selama masa proses fermentasi akan terjadi proses pelapukan dan akan terjadi juga penguraian bekatul menjadi kompos disamping itu akan terjadi proses perubahan fisik maupun kimia darai bekatul tersebut hal ini dapat terlihat dari adaanya perubahan suhu, perubahan volume dan juga terjadi perubahan warna.
Terjadinya proses ini dapat terlihat dengan semakin meningkatnya suhu pada tempat pengkomposan selama beberapa hari atau minggu, dengan semakin tingginya suhu bekteri akan lebih giat bekerja melakukan proses penguraian/dekomposisi, biasanya volume akan berkurang sebanyak 50 % dan warna akan berubah menjadi lebih gelap atau kehitaman.
Dalam proses fermentasi  haruslah diperhatikan jug komposisi  air, terkadang pada beberapa hari setelah pemrosesanair akan jauh banyak berkurang, sebaiknya dilakukan proses pengadukan untuk mengetahui apakah air yang ada saat pemrosesan kurang atau berlebih, apaabila saat proses terjadi kekeringan  perlu ditambahkan air dan kalau terlalu banyak air maka diperlukan pembalikan juga perhatikan bau yang keluar, kompos yang baik tidak akan terjadi pembusukan atau berbau busuk.



               


Tidak ada komentar:

Posting Komentar